Selengkapnya

Slide 1 Title Here

Slide 1 Description Here
Selengkapnya

Slide 2 Title Here

Slide 2 Description Here

Perlu Gak Sih Test Psikologi atau Psikotes?


Perlu Gak Sih Test Psikologi atau Psikotes?
Seringkali kita mendengar pertanyaan atau bahkan kita yang bertanya mengenai perlu atau tidaknya psikotes, atau pertanyaan-pertanyaan seperti di bawah ini:

Mengapa perlu tes psikologi atau biasa umum menyebutnya psikotes?

Mengapa usia anak hingga dewasa (3th-55th) membutuhkan psikotes baik dalam bidang pendidikan,perusahaan (pekerjaan), kesehatan mental ?

Mengapa kita perlu tes minat dan bakat?

Dalam beberapa hal, tes psikologi begitu dibutuhkan. Misalnya saja dalam ujian masuk kerja, masuk sekolah, pemilihan jurusan atau sejenisnya. 

Berikut ini beberapa alasan perlunya kita mengikuti tes psikologi:
  1. Kita bisa memahami potensi serta kompetensi yang dimiliki, seperti kemampuan umum (IQ, daya tangkap, penalaran);
  2. Kita bisa memahami bakat dan minat terpendam dalam diri, seringkali usia anak, remaja hingga dewasa belum memahami hal itu sehingga bila ditanya cita-cita, hobi, bakat, minat jawabannya adalah "tidak tahu";
  3. Kita bisa memahami karakter kepribadian. Ini juga sering terjadi bila ada orang ditanya.. Apa kelebihan dan kekurangan anda secara personal .. Jawaban umum biasanya adalah "Wah..saya nggak bisa menilai diri sendiri atau yang bisa menilai diri saya kan orang lain," atau jawaban praktis terkesan mengabaikan pertanyaan dan enggan menjawab "tidak tahu".
  4. Kita bisa memahami sikap belajar atau sikap kerja. Pastinya sebagai orang tua atau sebagai pemimpin di perusahaan ingin menilai kemampuan aanak atau pegawainya. Contoh: "Anak saya tuh pinter loh tapi kok ya males banget kalo disuruh ngerjain PR, cepet dan nggak bisa rapi gitu looh." Atau di kantor seperti ini "Si Bono ya ga pinter pinter amat, tapi saya suka kalo kasih instruksi ke dia, selalu dikerjain dengan cepet asal ya pesennya nggak terlalu rumit."

Manfaat  Psikotes dalam Tes Inteligensi, Tes Bakat dan Tes Prestasi

Psikotes terkait tes bakat dan tes prestasi biasanya digunakan dalam bidang-bidang sebagai berikut:

1. Bidang Pendidikan: manfaatnya adalah untuk merencanakan atau membuat keputusan mengenai pendidikan individu.
Contohnya:
  • Tes inteligensi, tes bakat majemuk, tes bakat khusus, dan tes kepribadian > warid belajar (konseling penjurusan / karir pendidikan)
  • Tes prestasi belajar dapat digunakan untuk melihat prestasi umum, kemampuan dasar, prestasi khusus.
  • Tes prestasi juga dapat menjadi tes bakat bila tes tersebut dapat menjadi dasar yang cukup valid untuk meramal keberhasilan di jenjang berikutnya.
2. Bidang Pekerjaan: dapat digunakan untuk merencanakan atau membuat keputusan mengenai pekerjaan.
Misalnya:
  • Inteligensi umum, bakat umum, dan bakat khusus dapat memprediksikan kira-kira seseorang akan lebih sukses bila menempati posisi di pekerjaan seperti apa.
  • Untuk menduduki posisi jabatan tertentu, maka seseorang harus memenuhi syarat tingkat inteligensi dan menunjukkan bakat tertentu. Contoh: seorang pilot harus memiliki nilai inteligensi dan emosional tertentu, mampu bertindak cepat, kemampuan mengambil keputusan, memiliki skor baik di tes mekanikal, memiliki skor cukup baik di tes akurasi kerja, dlsb.
Karena banyaknya sumber daya manusia yang potensial dan ketatnya persaingan  di semua bidang, baik dalam bidang pendidikan, pekerjaan dst, maka untuk mengukur kesehatan mental sumber daya manusia tersebut dibutuhkan tes psikologi.

Karena itu, marilah kita kenali potensi dan kompetensi diri selain kemampuan akademik.

Jangan takut datang ke Psikolog karena adanya stigma umum bila berkunjung ke psikolog antara lain "Emang gue gila?" atau  "Emang gue punya masalah apaan?."
Please deh hari gini ke Psikolog itu nggak hanya untuk urusan begitu saja.

Yuuuk, kenali dirimu sebelum mengenali orang lain.

Narasumber : Doli Rochasli Adiningtias, Psi dari Namira Consulting
Website : www.namiraconsulting.com

Selengkapnya

Galeri Kegiatan Namira Consulting 2018

Galeri Kegiatan Namira Consulting 2018 Jasa Psikotes Tes PsikologiGaleri Kegiatan Namira Consulting 2018 Jasa Psikotes Tes Psikologi
 
Galeri Kegiatan Namira Consulting 2018 Jasa Psikotes Tes Psikologi

 Galeri Kegiatan Namira Consulting 2018 Jasa Psikotes Tes PsikologiGaleri Kegiatan Namira Consulting 2018 Jasa Psikotes Tes Psikologi
Galeri Kegiatan Namira Consulting 2018 Jasa Psikotes Tes Psikologi
Galeri Kegiatan Namira Consulting 2018 Jasa Psikotes Tes Psikologi
Galeri Kegiatan Namira Consulting 2018 Jasa Psikotes Tes Psikologi
Galeri Kegiatan Namira Consulting 2018 Jasa Psikotes Tes Psikologi



Selengkapnya

Fase Seksual Anak


  Usia Fase Seksual Anak

Berikut adalah Usia Fase Seksual Anak

Ø  Usia 0 bulan – 2 Tahun : anak – anak memiliki fase seksual oral dimana anak mendapatkan sensasi seksual disekitar mulutnya
Ø  Usia 2 tahun – 3 tahun :  anak – anak memiliki fase seksual anal dimana anak mendapatkan sensasi seksual disekitar duburnya
Ø  Usia 3 tahun – 6 tahun : anak – anak memiliki fase seksual falik dimana ini anak mendapatkan sensasi seksual disekitar kelaminnya
Ø  Usia 6 tahun – 11 tahun : anak – anak memiliki fase seksual laten di mana si anak tidak fokus dengan sensasi seksual tetapi lebih banyak di tumbuh kembang fisik dan kognitifnya
Ø   Usia 12 tahun keatas : anak-anak memiliki fase seksual genital , dimana anak sudah mampu menikmatii sensasi seksual di organ seks nya secara sadar


Selengkapnya

PERBEDAAN PSIKOLOG dan PSIKIATER



Doli Rochasli Adiningtias jasa psikotes namira consultingSebagian dari kita kadang ada yang suka bingung membedakan profesi psikolog dan psikiater..

Niiih sedikit info dari Namira yang bisa  membantu agar tidak bingung lagi … ;)


Kalau yang namanya PSIKOLOG adalah orang yang sudah mengikuti jenjang pendidikan Stara Satu (S1) jurusan Psikologi lalu melanjutkan ke jenjang berikutnya yang dulu di sebut profesi psikolog atau kalau sekarang wajib mengikuti Stara Dua (S2) Magister Psikologi.


Batasan tugasnya adalah seputar tes psikologi (psikotes)  atau assessment psikologi, konseling, training, dan melaksanakan psikoterapi atau terapi psikologi, namun Psikolog sangat tidak diperbolehkan untuk memberikan resep pengobatan untuk klien atau pasiennya.

Kalau S1 Psikologi tidak bisa disebut dengan sebutan Psikolog dan batasan tugasnya hanya sebatas sebagai tester tes psikologi, interview, training dan lain sebagainya. Lulusan S1 Psikologi juga tidak diperkenankan membuat evaluasi psikologi.
Selengkapnya

Profil

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed
Klinik & Rumah Bersalin WidodoKlinik & Rumah Bersalin Widodo
Alamat
Jakarta: Klinik Widodo Jl. Antariksa 3 no. 102 Cipinang Besar Selatan Jakarta Timur 13410
Telepon:
0853-123-91700
0856-937 90 990

Artikel

Pengunjung

Advertorial

Jasa Database Palembang
kontraktor interior arsitektur konsultan desain gentlebirth hypnobirthing bekasibisot Kontraktor Pameran Inexpo

Copyright © Namira Consulting | Jasa Psikotes | Tes Psikologi
Design by Lizard Themes | PBT | Powered by Turatea Design
---